Sabtu, 30 Mei 2009

Kategori Pempek

Kita mengenal jenis-jenis pempek seperti pempek lenjer, pempek telur(kapal selam), pempek adanan (bulat), pempek keriting, pempek tahu, pempek pastel (isi pepaya muda), pempek kulit, pempek panggang dan pempek lenggang.
Berdasarkan apa pempek itu dikategorikan? Mungkin masing-masing orang punya pendapat tersendiri, ada yang berdasarkan jenis pempek (spt. Diatas), harga pempek.
Kalau menurut saya sendiri pempek dikategorikan berdasarkan bahan dasar pembuatnya yaitu ikan dan bukan ikan


Pernah dengar pempek DOS? Dipalembang pempek DOS juga sangat digemari. Walaupun bukan terbuat dari ikan, rasa dari pempek DOS ini tidak kalah enaknya dibanding pempek yang terbuat dari ikan. Ada beberapa bahan dasar dari pempek DOS ini seperti tepung terigu, tepung beras dan ada juga yang memakai bubur yang dihaluskan. Pengolahannya pempek DOS ini juga tidak terlalu sulit dengan komposisi tepung dan air yang pas akan dihasilkan pempek yang lembut tidak seperti pempek yang terbuat dari ikan walaupun komposisi sudah pas tapi jika pada saat pengolahan salah (seperti terlalu lama mengaduk) akan menyebabkan pempek menjadi keras.
sama halnya dengan pempek yang terbuat dari ikan, pempek DOS ada yang berbentuk lenjer, kapal selam, tahu, pastel dan panggang.

Pempek makanan khas Palembang ini ternyata ada sejarahnya dan saya yakin belum banyak orang yang mengetahui sejarah pempek ini, saya sebagai seorang kelahiran Palembang pun baru tau asal usul pempek setelah membaca tulisan dibawah ini :
PALEMBANG sebagai kota yang dialiri Sungai Musi, sejak dulu menjadi persinggahan bagi para pedagang dari berbagai negara, antara lain dari etnik Tionghoa. Tidak hanya singgah untuk berdagang, beberapa di antara mereka memutuskan untuk menetap, dan memulai kehidupan baru di kota ini. Mereka banyak mendiami daerah Kampung Keraton, yang sekarang termasuk bilangan Kampung Masjid Agung dan Masjid Lama. Warga etnik Tionghoa mencari penghidupan tetap di Kota Palembang dengan cara berdagang. Dahulu, dalam ucapara adat tertentu, mereka menyajikan makanan berbahas dasar ikan dan sagu untuk keperluan adat. Baru pada 1916, penganan itu dijual oleh seorang keturunan Tionghoa bernama Sipek. Ia menjajakan dagangannya degan berkeliling. Makanan ini laris dan sangat disukai, sayangnya makanan ini belum memiliki nama. Anak-anak muda yang selalu menunggu Sipek lewat, dengan tidak sabat memanggil Sipek begitu melihatnya di kejauhan, ”Pek, Pek, Sipek, mampir sini.” Mereka berharap Sipek cepat-cepat menghampiri saat mendengar panggilan mereka. Orang-orang lalu menyebut makanan tidak bernama itu Sipek, sesuai dengan nama penjualnya. Namun, lama-kelamaan pengucapannya berubah menjadi pempek atau empek-empek. Pempek ini dikenal sebagai makanan khas Palembang. Dengan bahan dasar yang sama, pempek berkembang menjadi berbagai macam jenis. Ada pempek telok, pempek lenjer, pempek ada’an, pempek kulit, pempek panggan dan lainnya. Setidaknya ada lebih dari 12 jenis pempek saat ini. Pempek biasa disajikan dengan saus kental cokelat serupa kecap yang disebut cuka. Cuka merupakan hasil olahan dari asam jawa, gula merah, cabai, cuka putih, bawang putih dan lain-lain.
Sumber : MEDIA INDONESIA (www.forumbudaya.org)

Cukup menarik kan dari seorang pedagang yang bernama SIPEK pempek ini menjadi makanan khas Palembang, bahkan disukai sampai keluar kota Palembang.
Pesan, Kesan,
Kritik dan Saran
untuk Paket Pempek

VISITORS